Kumpulan Berita
Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono mengungkapkan, kondisi 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh militer Israel. Diketahui, 9 orang WNI tersebut tengah mengikuti misi kemanusiaan ke Gaza, Palestina lewat Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengungkap alasan strategis Indonesia, hingga akhirnya bergabung dalam Board of Peace (BoP), yang digagas Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Mereka terbagi dalam lima kapal dari total 54 kapal yang berlayar.
Indonesia bersama sembilan negara lainnya, yakni Turki, Bangladesh, Brasil, Kolombia, Yordania, Libya, Maladewa, Pakistan, dan Spanyol, mengutuk tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur. Pemerintah Indonesia juga terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada dalam rombongan tersebut.
Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza, Palestina. Mereka terbagi dalam lima kapal dari total 54 kapal yang berlayar.
Andi menyatakan, pihaknya mengecam tindakan tersebut. Sebab kata dia, rombongan yang diperkirakan berjumlah 100 orang itu tidak membawa senjata.
Israel mengklaim serangan tersebut menargetkan pemimpin tertinggi Hamas Izz al-Din al-Haddad.