Kumpulan Berita
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, menyebutkan sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dalam bencana erupsi Gunung Api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada Jumat 8 Mei 2026.
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan akhirnya menemukan dua korban terakhir erupsi Gunung Api Dukono pada operasi pencarian hari ketiga, Minggu (10/5/2026). Kedua korban yang merupakan warga negara asing (WNA) tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi penemuan korban pertama pada Sabtu 9 Mei 2026.
Tim pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) gabungan menemukan satu korban erupsi Gunung Dukono pada Sabtu (9/5/2026) pukul 14.30 WIT. Korban berinisial E, warga negara Indonesia (WNI), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 50 meter dari bibir kawah.
Tim SAR akan mencari para korban dari darat dan udara.
Jumlah pendaki yang selamat tersebut terdiri atas 10 wsarga negara Indonesia (WNI) dan 7 warga negara asing (WNA).
Tim SAR menyatakan pencarian dihentikan sementara pada Jumat malam dan akan dilanjutkan kembali pada Sabtu (9/5/2026).
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi dengan kolom abu mencapai 10 kilometer. Di tengah proses penanganan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap adanya dugaan kelalaian meski jalur pendakian sebelumnya telah ditutup.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka, akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026).