Kumpulan Berita

Gunung Dukono


Nusantara
8 May 2026

2 WNA Masih Hilang Usai Erupsi Gunung Dukono

Saat itu seluruh tim evakuasi dilaporkan berada di Pos 5 sambil menunggu kondisi aktivitas vulkanik lebih aman untuk melanjutkan pencarian.

Nusantara
8 May 2026

Erupsi Gunung Dukono, BNPB Ungkap Dugaan Kelalaian saat Jalur Pendakian Ditutup

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi dengan kolom abu mencapai 10 kilometer. Di tengah proses penanganan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap adanya dugaan kelalaian meski jalur pendakian sebelumnya telah ditutup.

Nusantara
8 May 2026

BNPB: Lima Pendaki Terluka Akibat Erupsi Gunung Dukono

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya lima pendaki mengalami luka-luka, akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026).

Nusantara
8 May 2026

Gunung Dukono Meletus, Puluhan Pendaki Jadi Korban Diantaranya WN Singapura dan China

Hingga kini seluruh korban masih dalam proses pencarian dan evakuasi. Data identitas korban masih menunggu pendataan lebih lanjut.

Nusantara
8 May 2026

Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 10 Kilometer

Gunung Dukono meletus pada Jumat (8/5/2026) pagi. Tinggi kolom abu akibat erupsi tersebut mencapai sekitar 10 kilometer.

Nusantara
4 May 2026

Gunung Dukono Erupsi Pagi Ini, Letusan Setinggi 1.400 Meter

Gunung Dukono mengalami erupsi pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 07.46 WIT. Tinggi kolom abu teramati ±1.400 meter di atas puncak (±2.487 meter di atas permukaan laut).

Nusantara
23 April 2026

Gunung Dukono Kembali Meletus, Letusan Abu Vulkanik Capai 1.200 Meter

Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik dan sebaran abu mengikuti arah kecepatan angin, maka area landaan abunya tidak tetap.

Nusantara
21 April 2026

Breaking News! Gunung Dukono di Maluku Utara Meletus, Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 1.200 Meter

PVMBG mengungkapkan mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap.