Kumpulan Berita
BPPTKG mencatat awan panas guguran itu memiliki amplitudo maksimum 31,9 milimeter dengan durasi 142,28 detik.
Informasi tersebut disampaikan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Gunung Merapi dalam status Level III (Siaga)
Masyarakat juga diminta mematuhi seluruh rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya aktivitas vulkanik.
Masyarakat diimbau menjauhi daerah bahaya serta alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dan mematuhi rekomendasi resmi.
Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik berupa guguran awan panas pada Rabu (8/7/2026). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, guguran awan panas terjadi sekira pukul 11.46 WIB.
Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menyatakan aktivitas pendakian Gunung Merapi hingga saat ini belum direkomendasikan. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul beredarnya video di media sosial yang berisi ajakan untuk kembali membuka jalur pendakian Gunung Merapi.
Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah dilaporkan meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Rabu (1/7/2026) siang.