Kumpulan Berita
Mendag Budi Santoso mengungkapkan tingginya harga beras di sejumlah wilayah Indonesia Timur disebabkan masalah distribusi.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menegaskan, pemerintah telah mengambil langkah cepat dan tegas untuk menjaga stabilitas harga.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan akan memberi sanksi keras kepada para pedagang yang menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Harga pangan nasional pada 10 Oktober 2025 menunjukkan tren penurunan untuk sebagian besar komoditas seperti beras, jagung, cabai, dan daging ayam. Namun, beberapa jenis ikan mengalami kenaikan harga.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras pada September 2025 mengalami kenaikan secara tahunan (year-on-year/y-on-y) di seluruh tingkat pasar, meskipun secara bulanan cenderung turun.
Bapanas meminta semua pihak waspada menjaga stok pangan, terutama beras, menjelang akhir 2025 dan awal 2026 karena produksi padi menurun dan konsumsi meningkat. Data menunjukkan surplus beras saat ini, namun kewaspadaan tetap diperlukan.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menanggapi kenaikan harga daging ayam, menyebutnya masih wajar dan akan segera stabil. Menko Pangan Zulkifli Hasan menambahkan harga masih di bawah HET. Selain ayam, harga cabai juga naik, sementara bawang dan beras turun.
Bapanas akan evaluasi harga beras khusus di ritel modern yang dinilai terlalu tinggi. Ritel diminta kembali memasok beras premium dan SPHP sesuai HET. Target penyaluran beras SPHP 800 ribu ton hingga akhir 2025.