Kumpulan Berita
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 2,87 persen ke level 5.434 pada penutupan perdagangan siang ini, Senin (8/6/2026).
Pasar keuangan domestik langsung disambut sentimen negatif pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026). Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau langsung terkapar, tertekan hebat hingga menembus level psikologis baru di atas Rp18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) dan mencetak rekor terendah dalam sejarah.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun 1,94 persen ke level 5.586 pada hari ini, Senin (8/6/2026).
Sebagian persepsi negatif terhadap data ekonomi Indonesia tidak sepenuhnya benar.
Prasetyo juga menilai komunikasi Bank Indonesia kepada publik di tengah pelemahan rupiah telah dilakukan secara berkelanjutan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sejumlah saham yang menjadi penghuni top gainers selama perdagangan sepekan periode 2-5 Juni 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok lebih dari 4 persen pada perdagangan Kamis 4 Juni 2026. IHSG anjlok 4,21 persen ke 5.693,48. Bahkan, IHSG menyentuh level terendah ke 5.644.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menyatakan kondisi pasar modal saat ini dalam fase tekanan, yang bersumber dari sentimen global dan domestik.