Kumpulan Berita
Sekitar 1.500 kapal dilaporkan terjebak di kawasan Teluk akibat meningkatnya ketegangan perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Situasi tersebut dipicu blokade Iran di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim tiga kapal perusak milik Angkatan Laut AS berhasil melintasi Selat Hormuz meskipun mendapat serangan dari Iran.
Teheran mengklaim telah meluncurkan serangan rudal ke unit angkatan laut Amerika Serikat di kawasan Selat Hormuz, setelah dugaan serangan militer AS terhadap kapal tanker minyak Iran.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat tersebut terbang dalam pola melingkar di udara untuk sementara waktu, sebelum mulai turun untuk mendarat.
Trump mengklaim langkah ini merupakan permintaan dari Pakistan.
Kemlu menjelaskan, serangan itu dinilai berisiko meningkatkan ketegangan, melanggar kesepakatan gencatan senjata, serta mengganggu rantai pasok dan keamanan energi global.
Permusuhan yang kembali terjadi ini muncul ketika pemerintahan Trump meningkatkan upaya untuk memulai kembali pengiriman komersial melalui Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan bahwa kapal-kapal AS akan mulai mengawal kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz secara aman, pada Senin (4/5/2026).