Kumpulan Berita
Iran mengklaim telah menyebabkan kerusakan signifikan pada aset militer Amerika Serikat dalam serangan balasan menggunakan rudal dan drone terhadap pangkalan udara AS di Arab Saudi, Jumat, 27 Maret 2026.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kembali meluncurkan serangan besar dalam gelombang terbaru operasi militernya.
Houthi menembakkan rentetan rudal balistik yang menargetkan apa yang digambarkan sebagai "situs militer Israel yang sensitif" di Israel selatan.
Iran mulai mengenakan biaya transit pada beberapa kapal komersial yang melewati Selat Hormuz hingga USD2 juta atau setara Rp33,8 miliar.
Oleh karenanya, kata dia, Kerajaan Arab Saudi mendesak agar Iran segera menghentikan seluruh bentuk serangan.
Iran mengancam akan menutup sepenuhnya Selat Hormuz sebagai respons atas ultimatum Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Pada situasi perang, satu prinsip hukum internasional yang tak boleh dilanggar adalah perlindungan terhadap warga sipil dan petugas kemanusiaan.
Iran balik mengancam akan menyerang sistem energi dan air terkait AS dan Israel di kawasan Timur Tengah.