Kumpulan Berita
Kuwait melaporkan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menghantam wilayah udaranya di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Militer Kuwait menyatakan, sistem pertahanan udara berhasil mencegat proyektil yang masuk sebelum mencapai sasaran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan akan membalaskan dendam atas kematian ayahnya dan pendahulunya, Ali Khamenei.
Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran. Kali ini, serangan menyasar dua kota strategis di Provinsi Khuzestan, yakni Abadan dan Mahshahr, yang berada di dekat perbatasan Iran dengan Irak dan Kuwait.
Media pemerintah Iran juga melaporkan adanya serangan terhadap sejumlah lokasi militer di Provinsi Hormozgan.
Komando Pusat Amerika Serikat (AS) menantang klaim Garda Revolusi Iran bahwa tidak ada kapal asing yang dapat melewati Selat Hormuz tanpa diidentifikasi, dilacak, dan dipantau oleh pasukan Iran.
Pasukan Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan rudal dan drone. Teheran dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas AS di berbagai negara bagian kawasan Teluk pada Minggu (12/7/2026), sekaligus menyatakan kembali menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.
Militer Amerika Serikat (AS) kembali melakukan gelombang serangan terhadap Iran pada Rabu 8 Juli 2026. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.
Militer Iran menyatakan akan memberikan "balasan yang menghancurkan" terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat di wilayah selatan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam-al-Anbiya, yang mengutuk keras aksi militer AS dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang terang-terangan.