Kumpulan Berita
Komando Pusat Amerika Serikat (AS) menantang klaim Garda Revolusi Iran bahwa tidak ada kapal asing yang dapat melewati Selat Hormuz tanpa diidentifikasi, dilacak, dan dipantau oleh pasukan Iran.
Serangan udara Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran kembali memakan korban jiwa. Media lokal melaporkan seorang anggota militer Iran tewas dalam serangan yang menyasar Pelabuhan Jask.
Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei menyebut pembalasan atas pembunuhan ayahnya adalah "tuntutan bangsa" dan harus dilaksanakan.
Para pelayat menyerukan pembalasan dan meneriakkan slogan "Matilah Amerika".
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menuduh Amerika Serikat melancarkan serangan yang menghantam infrastruktur strategis di Iran, termasuk jembatan pada jalur menuju Kota Mashhad.
Militer Amerika Serikat (AS) kembali melakukan gelombang serangan terhadap Iran pada Rabu 8 Juli 2026. Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir.
Militer Iran menyatakan akan memberikan "balasan yang menghancurkan" terhadap serangan yang dilancarkan Amerika Serikat di wilayah selatan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Markas Besar Pusat Khatam-al-Anbiya, yang mengutuk keras aksi militer AS dan menyebutnya sebagai tindakan agresi yang terang-terangan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan meninggalkan Irak untuk kembali ke Teheran setelah terjadi serangan udara Amerika Serikat di sejumlah wilayah strategis Iran.