Kumpulan Berita
Iran dan AS telah bertukar serangan menyusul dihantamnya kapal tanker berbendera Singapura pada Kamis, 25 Juni.
Pasukan Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Komando Pusat militer AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menyasar infrastruktur pengawasan militer, sistem komunikasi, situs pertahanan udara, fasilitas penyimpanan drone, hingga kemampuan penebar ranjau milik Iran.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi menyampaikan, Iran tak ingin merugikan perekonomian dunia. Ia menyatakan, Iran pun ingin mewujudkan perdamaian di Dunia. Untuk itu, ia berharap, perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa mewujudkan perdamaian yang permanen di kawasan.
Iran menyatakan, akan menutup Selat Hormuz sebagai protes atas serangan mematikan Israel terhadap Lebanon. Serangan Israel ke Lebanon telah menelan banyak korban jiwa.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Ghalibaf menyebut MoU tersebut sebagai bukti bahwa AS telah menyerah.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani MoU untuk mengakhiri perang dan kembali membuka Selat Hormuz. Trump mengatakan, dirinya menandatangani MoU dengan Iran di Istana Versailles di ibu kota Prancis, Paris.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu), menyambut baik tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS), yang dinilai menjadi langkah positif menuju penyelesaian konflik secara damai.
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menegaskan, bahwa Indonesia dan Jerman sepakat seluruh konflik harus diselesaikan melalui jalur perundingan. Keduanya juga berkomitmen untuk terus mendukung perdamaian dan stabilitas global.