Kumpulan Berita
Qatar mengumumkan pembicaraan tidak langsung antara delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran, di Doha menghasilkan kemajuan positif terkait sejumlah isu yang berkaitan dengan nota kesepahaman yang baru-baru ini disepakati.
Dalam seruan tersebut, Majelis Ulama menyebut Trump sebagai "kriminal" dan Netanyahu sebagai "pemimpin rezim zionis yang jahat".
Iran dan AS telah bertukar serangan menyusul dihantamnya kapal tanker berbendera Singapura pada Kamis, 25 Juni.
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi menyampaikan, Iran tak ingin merugikan perekonomian dunia. Ia menyatakan, Iran pun ingin mewujudkan perdamaian di Dunia. Untuk itu, ia berharap, perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) bisa mewujudkan perdamaian yang permanen di kawasan.
Delegasi Iran akan berangkat ke Swiss untuk menuntut agar Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya berdasarkan perjanjian sementara tersebut. Negosiasi ini memungkinkan perang bakal berakhir.
Iran menyatakan, akan menutup Selat Hormuz sebagai protes atas serangan mematikan Israel terhadap Lebanon. Serangan Israel ke Lebanon telah menelan banyak korban jiwa.
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani MoU untuk mengakhiri perang dan kembali membuka Selat Hormuz. Trump mengatakan, dirinya menandatangani MoU dengan Iran di Istana Versailles di ibu kota Prancis, Paris.
Pasar minyak dunia menyahuti positif, harga energi global turun, dan sejumlah pernyataan pejabat Amerika Serikat maupun Iran menunjukkan bahwa jalur diplomasi menunjukkan titik terang.