Kumpulan Berita
Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir. Eskalasi terbaru ini terjadi di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dilaporkan telah mengajukan pengunduran diri kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, di tengah meningkatnya pengaruh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pemerintahan negara tersebut.
Arash-e Kamangir disebut memiliki kemampuan mendeteksi pesawat dan drone dengan kemampuan stealth atau siluman.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran harus mencakup persyaratan bagi beberapa negara tambahan.
Laporan intelijen AS mengklaim bahwa China merupakan pihak yang berpotensi memasok senjata kepada Iran di tengah konflik dengan AS.
Pemerintah Iran menjatuhkan hukuman penjara total 53 tahun kepada dua wanita, yang dituduh terlibat aktivitas mata-mata untuk Israel. Informasi tersebut disampaikan kantor berita resmi Iran, IRNA.
Iran kembali menegaskan haknya untuk pengayaan uranium dan kegiatan nuklir yang damai.
Rezaei menegaskan Iran memiliki hak untuk merespons secara militer karena blokade setara dengan pernyataan perang.