Kumpulan Berita
Serangan AS dan Israel dilpaorkan telah menghancurkan 10.000 fasilitas sipil di Iran, tewaskan 1.300 warga sipil.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti kondisi dunia yang saat ini diwarnai ketidakpastian, dan berbagai tantangan yang dapat mengancam perdamaian global. Ia menegaskan, bahwa Indonesia tidak akan mencampuri urusan dalam negeri negara mana pun.
Mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk Tunisia periode 2017??"2021, Ikrar Nusa Bhakti menilai Amerika Serikat (AS) dan Israel saat ini berupaya menghentikan perang dengan Iran. Diketahui, serangan militer dari dua negara tersebut telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei.
Arta Moeini, pakar politik internasional dan grand strategy Amerika Serikat menegaskan ini hanya beberapa jam setelah terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Ia menilai kegagalan Operation Epic Fury terhadap rezim Iran telah membuktikan ketahanan rezim kepada dunia, dan kini lebih mengakar, radikal, dan berorientasi pada keamanan daripada bulan lalu.
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengucapkan selamat atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei.
Jika Iran memutuskan untuk melakukan balasan penuh, perang tidak akan berhenti di Israel, namun meluas ke Kawasan Teluk. Iran memiliki jaringan pengaruh yang luas di Kawasan, sejak dari Lebanon, Irak, Suriah, hingga Yaman. Kelompok-kelompok bersenjata yang selama ini menjadi sekutu strategisnya bisa membuka front baru secara simultan. Karenanya, dalam situasi seperti itu, Israel tidak hanya menghadapi satu musuh, tetapi lingkaran konflik regional.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah menimbulkan keguncangan pada perekonomian global.
Mojtaba Khamenei diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Minggu, 8 Maret 2026.