Kumpulan Berita
Gilbert menilai polemik tersebut bermula dari adanya pihak yang memotong video sehingga isi pernyataan menjadi tidak utuh dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Namun yang membuatnya santai, karena JK tidak melaporkannya secara langsung. Hal tersebut menurutnya sebagai tanda bahwa mantan Wapres itu tidak merasa difitnah.
Aliansi gabungan 40 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, meminta laporan terhadap Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natalie tetap ditangani Bareskrim Polri atas dugaan tindak pidana penghasutan dan fitnah melalui media elektronik.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengaku tidak melakukan pemotongan, pengeditan, pengunggahan, maupun repost terhadap video ceramah mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) di masjid Universitas Gadjah Mada (UGM). Ceramah JK menuai polemik lantaran dianggap menistakan agama.
Aliansi Ormas Islam yang mengklaim terdiri dari 40 organisasi mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/5/2026). Mereka mendesak kepolisian segera menindaklanjuti laporan terhadap Ade Armando, Permadi Arya alias Abu Janda, dan Grace Natalie terkait dugaan fitnah soal ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla melalui kuasa hukumnya melaporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong.
Pegiat media sosial, Ade Armando menyatakan bersedia bertemu dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla untuk meminta maaf atas pernyataannya yang menuai polemik.
Pegiat media sosial, Ade Armando, menyatakan tak akan meminta maaf kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, maupun umat Islam terkait pernyataannya yang menuai polemik. Sikap itu diambil apabila Aliansi Ormas Islam tetap tidak mencabut laporan polisi meski dirinya telah meminta maaf.