Kumpulan Berita
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur mencapai 106 orang. Sebanyak 15 orang meninggal dan 91 lainnya luka-luka.
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Mereka menjenguk korban kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Dua jalur perlintasan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat terlihat sudah bisa dilintasi pada Rabu (29/4/2026) pagi. Kereta api jarak jauh (KAJJ) terlihat sudah bisa melintas di perlintasan yang sempat terjadi kecelakaan.
Perjalanan dibatalkan imbas normalisasi operasional setelah kecelakaan kereta di wilayah Bekasi pada Senin (27/4/2026) malam.
Layanan direncanakan dapat kembali berjalan secara bertahap hingga lintas Bekasi??"Cikarang pada siang hari.
Peristiwa kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan korban. Salah satunya dirasakan oleh rekan dari Nur Alimantun Citra Lestari (19), mahasiswi STMA Trisakti, dan Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), karyawan di salah satu stasiun televisi swasta.
Ia menjelaskan, jika taksi tersebut tak mengalami kendala di perlintasan sebidang Ampera, Bekasi Timur, peristiwa ini bisa dihindari.
Sistem persinyalan dalam peristiwa tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi sorotan. Namun, pemerintah belum menyimpulkan adanya gangguan pada sistem tersebut sebelum hasil investigasi resmi keluar.