Kumpulan Berita
Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin 27 April 2026 malam, menyebabkan 74 orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, RSUD Kota Bekasi menjadi salah satu rujukan rumah sakit penanganan untuk para korban.
KAI menyerahkan proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab tabrakan kereta KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Proses evakuasi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan ketegangan. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tiga orang dilaporkan masih terperangkap di dalam rangkaian kereta, sementara tim gabungan terus berjibaku melakukan penyelamatan dengan penuh kehati-hatian.
Proses evakuasi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan ketegangan. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tiga orang dilaporkan masih terperangkap di dalam rangkaian kereta, sementara tim gabungan terus berjibaku melakukan penyelamatan dengan penuh kehati-hatian.
Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin mengungkapkan, sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat insiden tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Sementara itu, 81 orang mengalami luka-luka dan masih ada 3 orang yang terperangkap di dalam kereta.
KAI akan menutup sementara layanan commuter line di stasiun Bekasi Timur. Hal ini menyusul terjadinya kecelakaan yang melibatkan rangkaian KRL dengan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek.
Daftar perjalanan kereta yang dibatalkan imbas kecelakaan maut KRL vs KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 malam.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI meminta maaf usai KRL dan KA Bromo Anggrek tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 malam.