Kumpulan Berita
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan, berdasarkan rangkuman kejadian bencana dalam periode pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB pada 9 Juli 2026 pukul 07.00 WIB hingga 10 Juli 2026 pukul 07.00 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh jajarannya, untuk mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menghanguskan lahan seluas 3,7 hektare. Meski demikian, tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat masih adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana paling dominan di Indonesia pada periode 11??"12 Juni 2026. Provinsi di Sumatera dan Kalimantan tercatat memiliki titik api aktif yang terus ditangani tim gabungan.
Periode Juni hingga Agustus diperkirakan memasuki fase kemarau dan fenomena Super El Nino yang berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mensupervisi pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian bencana pada periode 21??"22 April 2026. Hasil pencatatan menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian di Tanah Air.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan pentingnya langkah proaktif dalam mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui intervensi berbasis sains.