Kumpulan Berita
Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kereta api antara Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Polisi mendalami sejumlah faktor dalam peristiwa tersebut.
Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa sopir taksi Green SM berinisial RRP, yang mobilnya tertemper KRL di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur, pada Senin (27/4/2026) lalu, baru dua hari masuk kerja.
Polisi menyampaikan perkembangan terkini terkait kasus tabrakan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengonfirmasi terjadinya insiden kecelakaan, yang menimpa dua bus rombongan jemaah haji asal Indonesia di Arab Saudi pada 28 April lalu. Bus tersebut mengangkut jemaah dari kloter Surabaya 2 dan kloter Jakarta 1.
Dua jalur perlintasan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat terlihat sudah bisa dilintasi pada Rabu (29/4/2026) pagi. Kereta api jarak jauh (KAJJ) terlihat sudah bisa melintas di perlintasan yang sempat terjadi kecelakaan.
Peristiwa kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur meninggalkan duka bagi keluarga dan rekan korban. Salah satunya dirasakan oleh rekan dari Nur Alimantun Citra Lestari (19), mahasiswi STMA Trisakti, dan Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), karyawan di salah satu stasiun televisi swasta.
Pengemudi diduga tidak hati-hati sehinggga kendaraan terus melaju menabrak pejalan kaki selanjutnya menabrak etalase depot air minum.
Akibat kejadian tersebut, pembonceng mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di PKU Kalitidu. Sementara pengendara dilaporkan selamat.