Kumpulan Berita
Polda Metro Jaya menjadwalkan ulang pemeriksaan pihak manajemen taksi Green SM dalam penanganan kasus kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan melakukan pemeriksaan ke sejumlah pihak, terkait dengan pengusutan kasus tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan perkembangan terbaru soal penanganan korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 07.00 WIB, sebanyak 76 dari total 106 pelanggan terdampak telah pulih dan kembali ke rumah, sementara 24 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Polisi menjadwalkan pemeriksaan sejumlah pihak terkait kasus tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan maut itu menelan 16 orang korban meninggal dunia dan 84 lainnya terluka.
Ojo menegaskan, kejadian ini diselesaikan secara kekeluargaan. Keduanya sepakat saling memanfaatkan dengan tidak memperpanjang masalah ini.
Pihak kepolisian melakukan penyelidikan terkait kecelakaan kereta api antara Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Polisi mendalami sejumlah faktor dalam peristiwa tersebut.
Polisi menyampaikan perkembangan terkini terkait kasus tabrakan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur. Saat ini, kasus tersebut telah naik ke tahap penyidikan.
Sebuah truk tronton mengalami kecelakaan di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di turunan layang Slipi, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026). Kecelakaan tersebut diduga dipicu oleh kegagalan sistem pengereman.