Kumpulan Berita
BNPB mengimbau warga untuk menghemat dan memprioritaskan air.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah daerah di Indonesia mulai terdampak bencana hidrometeorologi kering seiring memasuki musim kemarau. Berdasarkan laporan perkembangan situasi dan penanganan bencana periode Jumat (19/6) hingga Sabtu (20/6) pukul 07.00 WIB, kekeringan menjadi fokus penanganan instansi terkait di beberapa wilayah.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk mengantisipasi dampak fenomena cuaca El Nino.
Sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat mulai mengalami kekeringan seiring berlangsungnya musim kemarau. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sedikitnya 1.624 jiwa terdampak di Kabupaten Cilacap, Karawang, dan Bogor.
Berdasarkan analisis BMKG, puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2026 mencakup 429 ZOM atau sekitar 61,4% wilayah Indonesia
Kondisi ini dipicu oleh berakhirnya fenomena La Niña Lemah pada Februari 2026, yang kini telah bergeser ke fase Netral dan berpotensi menuju El Niño pada pertengahan tahun.
Operasi modifikasi cuaca ini menggunakan pesawat Cessna untuk proses penyemaian garam (NaCI) secara presisi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sudah 63% wilayah Indonesia berdasarkan Zona Musim (ZOM) hingga awal September 2025. Sementara, masih ada satu wilayah diprediksi berpotensi banjir.