Kumpulan Berita
Prabowo Subianto menegaskan pemerintah terus fokus menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar yang menjadi fondasi kekuatan dan kemandirian Indonesia, mulai dari ketahanan pangan, energi, pengentasan kemiskinan.
Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Bank Dunia merilis pernyataan bersama untuk memberikan klarifikasi mengenai perbedaan angka kemiskinan Indonesia.
BPS menjelaskan terkait laporan Bank Dunia yang menyebut sebanyak 64,2 persen penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan.
Purbaya menegaskan bahwa APBN terbukti efektif menjadi instrumen fiskal utama yang menjaga daya tahan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Digitalisasi desa harus menjadi instrumen untuk memperkuat pengentasan kemiskinan, bukan sekadar meningkatkan layanan publik.
Prabowo juga menyampaikan Indonesia ditakdirkan terlahir sebagai bangsa yang majemuk. Ia menyebut Indonesia ditakdirkan memiliki banyak suku, agama, hingga bahasa daerah yang berbeda-beda.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan garis kemiskinan nasional yang tercatat Rp669.235 per kapita per bulan pada Maret 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat kemiskinan di Indonesia turun. pada Maret 2026 tingkat kemiskinan sebesar 8,07 persen.