Kumpulan Berita
Presiden Prabowo menyoroti ketimpangan ekonomi di Indonesia, di mana pertumbuhan ekonomi 5% tidak dirasakan oleh seluruh rakyat. Banyak yang masih kelaparan dan kesulitan berobat. Ia menekankan pentingnya UUD 1945 sebagai landasan pemerataan ekonomi dan efisiensi anggaran.
Seseorang yang mampu belanja hanya Rp20.305 per hari untuk kebutuhan hidup masuk kategori penduduk miskin.
Percepatan teknologi, transformasi menjadi kunci untuk menciptakan layanan publik yang lebih efisien
Pusat perbelanjaan atau mal diselimuti fenomena rombongan jarang beli (rojali) dan rombongan hanya nanya (rohana).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) soal angka kemiskinan Indonesia dinilai kurang valid.
Dia mengimbau agar warga yang sudah sukses di perantauan bisa kembali dan memperhatikan berkontribusi untuk pembangunan kampung halaman.
BPS mencatat jumlah penduduk miskin per Maret 2025 mencapai 8,47?ri total populasi Indonesia, atau sekitar 23,8 juta jiwa
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di Tanah Air pada Maret 2025 menurun menjadi 23,85 juta orang