Kumpulan Berita
Ombudsman RI mengungkap adanya 34 kejadian luar biasa (KLB) keracunan massal yang terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari hingga September 2025. Ribuan korban tercatat dalam peristiwa tersebut, dengan mayoritas berasal dari kalangan siswa sekolah.
Keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) berulang dan berbahaya bagi anak. Dampaknya meliputi masalah neurologis, perilaku, kerusakan organ, dan keterlambatan perkembangan. Orang tua harus waspada terhadap asupan anak.
Namun yang lebih penting adalah memperbaiki tata kelola dengan membuka ruang kolaborasi yang nyata antara pusat dan daerah.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah akan ditutup sementara untuk dilakukan evaluasi dan investigasi.
Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, pada Sabtu 27 September 2025 untuk meminta laporan terkait perkembangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menko PM Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan, meskipun tengah dilakukan evaluasi besar-besaran pascakejadian keracunan di sejumlah daerah.
Krisis berulang dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengungkap perlunya pengawasan yang lebih efektif. Badan Gizi Nasional (BGN) disebut perlu melibatkan pemerintah daerah (Pemda) secara aktif agar program dapat berjalan maksimal dan mencegah kasus keracunan.
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan akan memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, terkait maraknya kasus dugaan keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.