Kumpulan Berita
Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi intelijen yang menunjukkan adanya aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Lamek Taplo.
Diketahui, Koops Habema merupakan gabungan pasukan khusus dari tiga matra di TNI, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.
Empat anggota Polri menjadi korban penembakan KKB telah menjalani perawatan. Dua korban saat ini masih dirawat di RSUD Nabire.
Pihaknya telah memperkuat pengamanan di wilayah Nabire Barat. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif dan dalam pengendalian aparat.
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga pimpinan Aibon Kogoya melakukan penembakan terhadap warga sipil di Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, pada Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIT.
Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, mengatakan, 14 anggota OPM yang tewas berasal dari kelompok pimpinan Undius Kogoya.
Pihaknya berhasil mengamankan dokumen rahasia milik KKB. Namun dia tidak menjelaskan isi dokumen tersebut.
Menghadapi situasi tersebut, prajurit TNI dengan terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur pertempuran.