Kumpulan Berita

Korupsi Laptop di Kemendikbudristek.


Nasional
13 January 2026

Chromebook Dinilai Tak Menjawab Kebutuhan Sekolah

Laptop chromebook yang diinisiasi mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim tak berjalan mulus karena dianggap tidak menjawab kebutuhan sekolah.

Nasional
13 January 2026

Mencuat Isu Kriminalisasi Nadiem, Pakar Hukum: Prematur, Buktikan di Persidangan

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim tengah menjalani persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook. Namun, muncul narasi kriminalisasi.

Nasional
12 January 2026

Nadiem Jalani Sidang Putusan Sela Kasus Chromebook Hari Ini

Eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim hari ini, Senin (12/1/2026) dijadwalkan menjalani sidang pembacaan putusan sela terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).

Nasional
8 January 2026

Nadiem Ajukan Permohonan Berobat dan Penangguhan Penahanan, Begini Reaksi Hakim

Eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, mengajukan permohonan izin berobat dan penangguhan penahanan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).

Nasional
8 January 2026

Laptop Chromebook Dinilai Tak Sesuai Kebutuhan Sekolah Dasar

Bantuan laptop berbasis Chromebook dari pemerintah ke sekolah dasar dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Keterbatasan sistem dan ketergantungan pada akun belajar membuat Chromebook jarang digunakan dalam pembelajaran sehari-hari.

Nasional
8 January 2026

Tanggapi Eksepsi Nadiem, JPU Minta Hakim Tolak Seluruhnya

Awalnya, JPU meyakini surat dakwaan terhadap Nadiem telah disusun secara cermat, jelas, dan lengkap serta sesuai dengan ketentuan Pasal 143 Ayat (2) KUHAP.

Nasional
6 January 2026

Eks Hakim MK Sebut Latar Belakang Tak Menjamin Orang Tidak Korupsi

Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Maruarar Siahaan menegaskan, seorang pelaku korupsi tak melihat latar belakang.

Nasional
6 January 2026

Blak-blakkan, Nadiem Ungkap Sumber Utama Harta Kekayaannya

Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menilai jaksa tidak cermat dalam menyusun dakwaan. Salah satunya karena jaksa dinilai tidak menjelaskan secara lengkap sumber kekayaan Nadiem.