Kumpulan Berita
Meningkatnya minat terhadap aset kripto turut diikuti dengan berkembangnya berbagai modus kejahatan siber yang menargetkan para pengguna.
Industri aset digital Indonesia memasuki fase perkembangan yang semakin matang. Industri kini bergerak menuju babak baru yang ditandai oleh meningkatnya partisipasi institusi,
Bitcoin kembali melemah. Bitcoin bergerak ke kisaran USD64.000 setelah pasar merespons hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto nasional per April 2026 telah mencapai 21,7 juta pengguna.
Industri kripto Indonesia berkomitmen untuk memperkuat sistem kepatuhan, manajemen risiko, dan perlindungan pengguna di tengah pertumbuhan industri yang semakin pesat dan terhubung dengan ekosistem global.
Industri aset digital mendorong peningkatan ekosistem hospitality bandara lewat kolaborasi IAS Hospitality dengan Indodax.
Ancaman siber kini semakin banyak menyasar manusia dibanding sistem teknologi. Data dari Tiger Research menunjukkan bahwa social engineering menjadi penyebab 74,7% total kerugian akibat kejahatan siber.
Investor kripto kini dinilai rasional dalam memahami risiko, strategi investasi, serta fundamental teknologi blockchain dibanding hanya sekadar mengikuti tren pasar.