Kumpulan Berita
Sepuluh jenazah korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur dalam kondisi utuh.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, menyebut hingga saat ini pihaknya telah menerima tujuh sampel DNA dari keluarga korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan pihaknya belum dapat mengungkap penyebab tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam.
RSUD Kota Bekasi menerima puluhan korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 malam. Para korban saat ini masih menjalani perawatan intensif untuk pemulihan.
Sistem persinyalan dalam peristiwa tabrakan KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, menjadi sorotan. Namun, pemerintah belum menyimpulkan adanya gangguan pada sistem tersebut sebelum hasil investigasi resmi keluar.
Kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam, menimbulkan puluhan korban luka-luka, bahkan sejumlah korban meninggal dunia.
Kementerian Perhubungan mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur secara objektif dan menyeluruh.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya Muhammad Syafii, memastikan seluruh korban tewas dalam tabrakan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur merupakan perempuan dewasa. Ia menegaskan tidak ada korban anak-anak dalam peristiwa tersebut.