Kumpulan Berita
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2026) untuk menjenguk korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Danantara memastikan terus berkoordinasi dengan KAI dalam proses evakuasi dan penanganan tabrakan kereta KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) hari kedua pascakecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur masih berlangsung intensif, Selasa (28/4/2026). Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di dalam rangkaian kereta.
Kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin 27 April 2026 malam, menyebabkan 74 orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, RSUD Kota Bekasi menjadi salah satu rujukan rumah sakit penanganan untuk para korban.
Proses evakuasi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan ketegangan. Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, tiga orang dilaporkan masih terperangkap di dalam rangkaian kereta, sementara tim gabungan terus berjibaku melakukan penyelamatan dengan penuh kehati-hatian.
KAI memastikan seluruh biaya pengobatan bagi korban luka serta biaya pemakaman bagi korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi.
KAI akan menutup sementara layanan commuter line di stasiun Bekasi Timur. Hal ini menyusul terjadinya kecelakaan yang melibatkan rangkaian KRL dengan Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuka Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur pasca tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL. Posko ini disiapkan untuk membantu keluarga korban mendapatkan informasi terkait penumpang.