Kumpulan Berita
Polisi mengungkap fakta baru terkait ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang menewaskan 9 orang beberapa waktu lalu. Polisi menyebut ledakan bom mortir tersebut diduga terjadi saat benda itu digergaji lima warga.
Ledakan keras mengguncang Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad) di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis (16/7/2026) pagi. Insiden yang terjadi saat kegiatan perawatan munisi itu mengakibatkan satu prajurit meninggal dunia dan enam orang lainnya terluka.
Bom sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, meledak pada Minggu 31 Mei 2026. Polda Papua menyampaikan, akibat ledakan itu sembilan orang tewas dan enam lainnya terluka.
Informasi awal yang dihimpun Okezone, ledakan di gudang amunisi TNI tersebut mengakibatkan sejumlah anggota TNI mengalami luka-luka.
Polisi mengungkap pelajar berinisial R (17) yang membawa bom rakitan dan meledakkannya di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, diduga menjadi korban perundungan (bullying) oleh teman-temannya.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas juga telah mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan ledakan.
Ledakan terjadi di MAN 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Polda Sumbar bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri turun tangan mendalami ledakan tersebut.
Saat menghampiri sumber suara tersebut, sang pemilik dikagetkan dengan api yang begitu besar. Mengetahui api yang merembet dengan cepat, pemilik rumah langsung menghubungi pemadaman kebakaran.