Kumpulan Berita
Polisi masih menyelidiki kasus ledakan bom yang diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Sejauh ini, polisi telah memeriksa 28 orang saksi.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua, mengirimkan total 10 sampel DNA ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta, untuk memastikan identitas korban ledakan bom peninggalan Perang Dunia (PD) II di Biak Numfor, Papua.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi, mengatakan tengah memeriksa tiga orang saksi dalam kasus ledakan galian proyek air bersih di kawasan Jalan Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (8/6/2026) pagi. Saat ini, polisi masih mendalami ada tidaknya unsur pidana dalam kasus tersebut.
Insiden ledakan terjadi saat pekerjaan penggalian lubang di Jalan Fatmawati Raya, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026). Akibat kejadian tersebut, dua pekerja mengalami luka bakar.
Sebuah ledakan terjadi di kawasan Jalan RS Fatmawati, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026). Akibat peristiwa tersebut, dua orang mengalami luka-luka.
Lima orang tewas akibat ledakan bom diduga sisa peninggalan Perang Dunia (PD) II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Selain itu, terdapat tiga korban lainnya yang masih dalam pencarian.
Sedikitnya 55 orang dilaporkan tewas, termasuk enam anak-anak, setelah terjadi ledakan besar di lokasi penyimpanan bahan peledak pertambangan di wilayah utara Myanmar yang berada di bawah kendali kelompok pemberontak etnis.
Sebuah ledakan yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II terjadi di Kabupaten Biak Numfor, Papua, dan menewaskan lima orang warga. Peristiwa tersebut juga menyebabkan sejumlah korban lainnya masih dalam pencarian.