Kumpulan Berita
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka program pelatihan vokasi nasional Batch 2 di berbagai daerah melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Satuan Pelayanan (Satpel), serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).
Melihat perkembangan tersebut, pemerintah pun menargetkan perluasan pelaksanaan program magang pada 2026.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menambah kuota Program Magang Nasional 2026 menjadi 150.000 peserta.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka peluang keterlibatan perusahaan dalam menanggung uang saku peserta Program Magang Nasional 2026. Namun, skema tersebut masih dalam tahap penjajakan dan belum diputuskan secara final.
Pemerintah berencana menambah kuota magang nasional 2026. Hal ini dibahas usai Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli.
Para alumni peserta magang disarankan melakukan uji kompetensi di balai pelatihan Kemnaker maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan komitmen pemerintah untuk mendampingi para peserta Program Magang Nasional (MagangHub Kemnaker) Batch I pasca-berakhirnya masa pemagangan. Fokus utama Kemenaker dalam dua bulan ke depan adalah memastikan seluruh peserta mendapatkan sertifikasi profesi guna meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengusulkan adanya peningkatan jumlah peserta program magang nasional pada tahun 2026. Dari usulannya, jumlah tersebut mencapai 150 ribu orang.