Kumpulan Berita
Ribuan siswa keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pakar UMY, Dr. Merita Arini, menganalisis penyebab keracunan massal, pentingnya pengawasan, sanitasi, dan peran masyarakat dalam program MBG. (179 karakter)
Kasus keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkat, menjangkiti ribuan siswa. Penyebabnya bakteri, virus, dan zat kimia. Gejala meliputi mual, pusing, muntah. Pemerintah tetap melanjutkan program MBG dengan perbaikan.
Pembangunan SPPG yang dilakukan oleh Korlantas Polri juga mendapatkan atensi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
BPJPH mewajibkan sertifikasi halal nampan MBG usai terindikasi minyak babi. Penggunaan produk dalam negeri diprioritaskan. Pelatihan 5.000 kepala SPPG dilakukan untuk jamin mutu makanan MBG.
Program MBG bukan sekadar memberi makan gratis, tetapi sebuah intervensi gizi nasional yang menyentuh dua sisi penting pembangunan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyampaikan bakteri pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyebab puluhan pelajar keracunan. Ia menegaskan tidak ada unsur kimia dalam kasus keracunan MBG.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bersikeras akan tetap memotong anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS).