Kumpulan Berita
Memasuki usia 60 tahun, kebutuhan nutrisi tubuh mulai berubah. Pola makan pun perlu disesuaikan agar tetap bisa menjaga kesehatan, mencegah penyakit kronis, hingga mendukung fungsi otak dan tubuh secara keseluruhan.
Menjaga daya tahan tubuh anak sangat penting, terutama di tengah perubahan cuaca dan risiko paparan penyakit. Sistem imun yang kuat membantu anak lebih tahan terhadap infeksi seperti flu, batuk, hingga penyakit menular lainnya.
Setelah menikmati berbagai hidangan khas Lebaran yang kaya santan, gula, dan lemak, kadar kolesterol dalam tubuh berpotensi meningkat. Jika tidak segera dikontrol, kondisi ini bisa berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Kanker kolorektal atau Kanker Kolorektal merupakan salah satu jenis kanker yang cukup sering terjadi dan berkaitan erat dengan pola makan. Risiko penyakit ini dapat ditekan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengatur asupan makanan sehari-hari.
Sarapan tinggi serat biasanya menjadi pilihan orang yang menerapkan pola hidup sehat. Serat berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, membantu mengontrol kadar gula darah, serta membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.
Sarapan roti dan gorengan memiliki risiko yang tinggi untuk dijadikan menu di pagi hari. Lalu baiknya makan apa?
Banyak makanan yang sering dianggap sehat ternyata mengandung gula tambahan yang cukup tinggi. Gula tambahan adalah gula yang ditambahkan ke makanan olahan, di luar gula alami yang sudah ada dalam bahan mentah, seperti buah atau susu.
Makanan dapat membantu proses pemulihan ketika tubuh dalam kondisi tidak fit, seperti flu, batuk, pilek, atau demam. Salah satu jenis makanan yang baik dikonsumsi saat kondisi tersebut adalah buah-buahan, karena kaya nutrisi dan memiliki sifat yang menenangkan tubuh.