Kumpulan Berita
Proses hukum kasus misteri kematian Sutrimo, sosok yang bertugas menjaga dan membersihkan rumah eks Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) Febrie Adriansyah, kini diambil alih Polda Metro Jaya Soal kematian Sutrimo diketahui terdapat laporan di Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas. Kini, semuanya ditarik ke Polda Metro Jaya.
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan akan jemput bola untuk memberikan perlindungan kepada keluarga Sutrimo yang meminta perlindungan terkait pengungkapan kasus kematian kerabatnya tersebut. Wakil Ketua LPSK Susilaningtias mengatakan, pihaknya akan mendatangi keluarga Sutrimo dalam waktu dekat.
Keluarga Sutrimo menyatakan siap mengikuti proses hukum, termasuk jika aparat penegak hukum memutuskan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk mengungkap penyebab kematiannya.
Polisi mengungkap awal mula perkenalan antara Saepul atau SA (26), pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Kunaefi (51), di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).
Polda Metro Jaya menangkap Saepul atau SA (26), pelaku pembunuhan disertai mutilasi terhadap korban Kunaefi (51) di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar). Jasad korban sebelumnya ditemukan dalam karung.
Polisi menangkap SA, pelaku mutilasi terhadap jasad pria tanpa identitas di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).
Warga Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa kedua kaki di sebuah lahan kosong pada Selasa (4/8/2026) sore. Polisi menduga korban merupakan korban mutilasi dan saat ini masih melakukan penyelidikan.
Polisi masih mendalami informasi terkait kematian Sutrimo yang meninggal di depan Klinik Kecantikan Mordent, Jakarta Selatan, dengan kondisi mulut berbusa. Pihak kepolisian akan meminta keterangan dari dokter RS Muhammadiyah Taman Puring.