Kumpulan Berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah akibat gejolak pasar global akan mulai melandai pada pertengahan pekan ini. Optimisme tersebut didorong oleh mulai berjalannya strategi intervensi pemerintah di pasar surat utang serta masuknya kembali aliran modal asing.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut masyarakat di pedesaan tidak menggunakan mata uang Dolar AS sehingga tidak terdampak langsung oleh gejolak nilai tukar. Pernyataan Presiden tersebut sebelumnya sempat memicu diskusi hangat di ruang publik.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah keras opini yang mengaitkan tren pelemahan nilai tukar Rupiah saat ini dengan memori kelam krisis moneter tahun 1998. Ia menegaskan bahwa struktur dan fondasi ekonomi nasional saat ini jauh lebih kuat dan resilien dalam menghadapi guncangan eksternal.
Indikator fundamental ekonomi Indonesia secara struktural masih berada dalam kondisi yang sehat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta para pelaku pasar dan investor saham domestik tidak panik dalam merespons kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level 6.400 pada pembukaan perdagangan. Purbaya menegaskan bahwa koreksi tajam tersebut murni akibat sentimen jangka pendek dan bukan mencerminkan kondisi riil ekonomi nasional.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa ikut merespon rencana pengadaan jet tempur KF-21 Boramae dari Korea Selatan hingga Sukhoi SU-35 dari Rusia. Menurutnya, anggaran pengadaan untuk program jet tempur KF-21 sebenarnya telah disiapkan sejak lama dan tinggal memasuki tahap implementasi.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menembus level psikologis baru Rp17.600 per dolar AS pada perdagangan Jumat 15 Mei 2026.
Viral narasi beredar di media sosial yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mempersilakan investor asing hengkang dari Indonesia.