Kumpulan Berita

Menteri Esdm Bahlil Lahadalia


Hot Issue
10 January 2026

Diskon Tarif Listrik untuk Korban Bencana Sumatera

Pemerintah mengkaji kebijakan diskon tarif listrik di daerah terdampak bencana Sumatera.

Hot Issue
9 January 2026

Bahlil Pamer Setoran PNBP Lampaui Target APBN 2025, Tembus Rp138,37 Triliun

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang tercatat di pembukuan Kementerian ESDM sebesar Rp138,37 triliun, di mana target awal yang ditetapkan dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2025 sebesar Rp127,44 triliun.

Hot Issue
9 January 2026

B40 Pangkas Impor Solar Jadi 5 Juta Ton di 2025, RI Hemat Rp130 Triliun

B40 secara efektif menekan ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, menghemat sebesar Rp130,21 triliun.

Hot Issue
8 January 2026

Bahlil soal Energi Baru Terbarukan: Bertambah 1,1 Persen

Pemerintah mencatat peningkatan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional sepanjang 2025.

Hot Issue
8 January 2026

Bahlil: Lifting Minyak RI 2025 Capai 605.300 Barel, Lampaui Target

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan lifting minyak bumi tercatat mencapai 605,3 ribu barel per hari (MBOPD)

Hot Issue
7 January 2026

Diskon Tarif Listrik di 2026 Ada Lagi? Ini Jawaban Bahlil

Bahlil Lahadalia buka suara soal kebijakan tarif listrik di 2026, termasuk stimulus berupa diskon tarif listrik 50 persen.

Hot Issue
29 December 2025

BBM-LPG Masuk Lewat Mobil Tangki, Bahlil: Akses Berangsur Pulih ke Aceh 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa akses distribusi energi ke wilayah Sumatra yang terdampak bencana, khususnya di Provinsi Aceh mulai berangsur pulih.

Hot Issue
29 December 2025

Bahlil Tegaskan Ketersedian BBM dan LPG Cukup hingga Awal Tahun 2026

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) berada dalam kondisi aman hingga awal tahun 2026.