Kumpulan Berita
BNPB menjadwalkan operasi modifikasi cuaca diperpanjang hingga 24 Januari 2026 untuk mencegah cuaca ekstrem di Jakarta dan Jabar.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan, operasi modifikasi cuaca untuk meminimalisir cuaca ekstrem.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mitigasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah, sebagai bagian dari penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang melanda kawasan Muria Raya.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC), untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi atau cuaca ekstrem di wilayah Jakarta. Operasi tersebut akan berlangsung hingga lima hari ke depan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sebanyak sembilan pesawat dikerahkan untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan dan pemulihan pascabencana.
Selama dua hari pelaksanaan operasi sejak (9/12) hingga (10/12), total bahan semai yang telah digunakan mencapai 4.000 kilogram NaCl dan 800 kilogram CaO.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan di langit Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh, usai terjadinya bencana banjir dan longsor.