Kumpulan Berita
BMKG mengklaim operasi modifikasi cuaca (OMC) berhasil menurunkan intensitas curah hujan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sebesar 39,57%.
Presiden Prabowo Subianto meminta penambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebagai upaya mengurangi curah hujan tinggi yang memicu banjir.
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta pada Kamis (22/1/2026). Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pemerintah provinsi telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan turunnya hujan.
BNPB menjadwalkan operasi modifikasi cuaca diperpanjang hingga 24 Januari 2026 untuk mencegah cuaca ekstrem di Jakarta dan Jabar.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan, operasi modifikasi cuaca untuk meminimalisir cuaca ekstrem.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya mitigasi dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah, sebagai bagian dari penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang melanda kawasan Muria Raya.
Kepala BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC), untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi atau cuaca ekstrem di wilayah Jakarta. Operasi tersebut akan berlangsung hingga lima hari ke depan.