Kumpulan Berita
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung akan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam 25 hari ke depan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi terjadi hampir merata di sebagian besar wilayah Pulau Jawa.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memberikan arahan agar operasi modifikasi cuaca (OMC) dilakukan sebagai langkah mitigasi dan antisipatif dalam menghadapi potensi risiko cuaca ekstrem, agar peristiwa banjir dahsyat di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terulang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jakarta telah memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak Minggu 17 Agustus 2025. Operasi ini akan berlangsung hingga 21 Agustus untuk memitigasi bencana hidrometeorologi ekstrem.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto memastikan pengendalian karhutla di wilayah Jambi.
BMKG serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Riau.
Kepala Pelaksana BPBD Jakarta, Isnawa Adji, menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) segera dilakukan.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) akan dilakukan di langit Jakarta, Bogor, Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mulai hari ini hingga 11 Juli 2025, untuk mengurangi intensitas hujan lebat.