Kumpulan Berita
Dukungan terhadap KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin terus menguat menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Kali ini, dukungan datang dari jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Banten
Gus Salam yang juga cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Bisri Syansuri, ini menegaskan rangkaian kunjungan yang dilakukannya bukan didorong kepentingan pribadi.
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, dinilai harus menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa organisasi menghadapi berbagai tantangan zaman.
Sejumlah nama tokoh NU telah menjadi pembicaraan terkait persaingan kursi Caketum PBNU.
Salah satu usulan disepakati 15 pimpinan tertinggi PCNU se-Lampung itu, terkait ketentuan larangan rangkap jabatan bagi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, mengajak para ulama, kiai, akademisi, dan kalangan pesantren untuk menghidupkan kembali tradisi menulis kitab sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan ilmu dan membangun peradaban Islam. Hal itu ia tekankan menjelang Muktamar ke-35 NU pada 27-31 Agustus 2026.
Dalam unggahan tersebut, Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu juga menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai membawa kepentingan politik ke dalam organisasi.
Dalam kesempatan itu, Gus Fahim juga menilai kemunculan Gus Hery sebagai calon baru dalam kontestasi PBNU merupakan angin segar yang dibutuhkan organisasi.