Kumpulan Berita

Nikel


Hot Issue
5 June 2026

Hilirisasi Nikel RI di Mata Investor Global, Tak Lagi Soal Produksi

Kawasan ini disiapkan menjadi referensi global bagi praktik responsible downstreaming di tengah meningkatnya tuntutan pasar

Hot Issue
4 June 2026

Investasi Hilirisasi Rp147,5 Triliun, Ekosistem Nikel Jadi Sorotan Standar Global

Realisasi investasi hilirisasi pada kuartal I-2026 mencapai Rp147,5 triliun, dengan sektor nikel menjadi kontributor utama sekitar Rp41,5 triliun

Hot Issue
20 May 2026

Prabowo Minta Kabinetnya Tentukan Harga Kelapa Sawit hingga Nikel

Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kabinetnya merumuskan harga komoditas strategis Indonesia seperti kelapa sawit, nikel, emas hingga hasil tambang lainnya agar tidak lagi ditentukan oleh negara lain.

Hot Issue
5 May 2026

Batu Bara dan Nikel Prospektif, Kebutuhan Kontraktor Tambang Diproyeksi Naik

Prospek industri pertambangan dinilai mendorong kebutuhan jasa kontraktor tambang. Hal ini terlihat dengan kenaikan permintaan pada komoditas batu bara dan nikel.

Hot Issue
5 May 2026

Purbaya Kaji Windfall Tax Nikel dan Bea Keluar Batu Bara

Kebijakan ini menyasar keuntungan luar biasa yang diperoleh perusahaan akibat lonjakan harga komoditas global, bukan dari peningkatan kinerja operasional

Hot Issue
11 April 2026

Prabowo Marah Besar Ada Pengusaha Nakal 8 Tahun Menambang Tanpa Izin, Pidanakan!

Prabowo Subianto mengungkapkan adanya pengusaha tambang nakal yang tetap mengeruk kekayaan alam milik negara, meski Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang dipegangnya telah dicabut.

Hot Issue
30 March 2026

6 Fakta Bea Keluar Batu Bara dan Nikel Mulai 1 April 2026

Pemerintah akan menerapkan kebijakan baru terkait pungutan ekspor komoditas tambang.

Hot Issue
27 March 2026

Kejar Penerimaan Negara, Bahlil Hitung Ulang Pemangkasan RKAB Nikel hingga Batu Bara

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sinyal perubahan arah kebijakan sektor mineral dan batubara. Di tengah tekanan global, pemerintah tidak lagi menahan produksi secara ketat, melainkan membuka ruang peningkatan volume melalui skema relaksasi terukur, sekaligus menyiapkan instrumen fiskal baru berupa bea keluar untuk mendongkrak penerimaan negara.