Kumpulan Berita
Selain itu, yang bersangkutan juga terlibat dalam tindak pidana kepemilikan dan penggunaan senjata api serta amunisi tanpa hak.
Komandan Batalion Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Komando Daerah Pertahanan (Kodap) XV, Kupel Ngalum Oksibil bersama tujuh anggotanya memutuskan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dikatakannya, Koops TNI Habema bersama aparat terkait terus berupaya menjaga kondusifitas keamanan dan meningkatkan langkah-langkah preventif.
Saat ini, proses persiapan evakuasi terus dilakukan dengan dukungan personel gabungan dan armada heli guna menjangkau lokasi kejadian yang berada di wilayah pedalaman.
Negara menyadari bahwa stabilitas tidak mungkin tercapai hanya melalui operasi militer, tetapi juga melalui peningkatan kesejahteraan rakyat.
Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan, korban tewas adalah anak perempuan berusia sekitar 12??"15 tahun.
Sejumlah warga lainnya terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menyelamatkan keluarga mereka dari ancaman kelompok bersenjata.
Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, berhasil menyita puluhan pucuk senjata api (senpi) dan ratusan butir amunisi milik TPNPB-OPM. Selain itu, satgas TNI di bawah kendali Kogabwilhan III dan Koops Habema, juga menyita berbagai jenis senjata tajam dari kelompok tersebut. Senjata-senjata itu disita dalam operasi yang berlangsung sepanjang Januari hingga Mei 2026.