Kumpulan Berita
Operasi tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi intelijen yang menunjukkan adanya aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di bawah pimpinan Lamek Taplo.
Diketahui, Koops Habema merupakan gabungan pasukan khusus dari tiga matra di TNI, yakni TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.
Empat anggota Polri menjadi korban penembakan KKB telah menjalani perawatan. Dua korban saat ini masih dirawat di RSUD Nabire.
Pihaknya telah memperkuat pengamanan di wilayah Nabire Barat. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah kondusif dan dalam pengendalian aparat.
Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, mengatakan, 14 anggota OPM yang tewas berasal dari kelompok pimpinan Undius Kogoya.
14 orang yang termasuk dalam kelompok OPM ini diduga bertanggung jawab terhadap 12 rentetan serangan yang terjadi sepanjang tahun 2025.
Tentara Nasional Indonesia (TNI) berhasil merebut markas besar Kodap VIII/Soanggama yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Undius Kogoya. Operasi tersebut berlangsung pada Rabu (15/10/2025) di wilayah Soanggama dan berhasil menekan pergerakan kelompok bersenjata tersebut.
Menghadapi situasi tersebut, prajurit TNI dengan terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur pertempuran.