Kumpulan Berita
Satgas menyatakan bahwa, peristiwa penganiayaan tersebut dialamo oleh dua orang yang berprofesi sebagai tukang ojek.
Isu pengungsian massal dikaitkan dengan aparat TNI adalah propaganda OPM yang dilakukan saat gerombolan itu mulai terdesak akibat operasi penindakan.
Operasi ini adalah langkah tegas dan terukur untuk menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat.
Jenderal Kopassus ini ditunjuk menjadi Pangdam XXIV/Mandala Trikora. Sebelumnya dia menjabat Pa Sahli Tk. III Bidang Hubint Panglima TNI.
Salah satu yang dimutasi untuk mengisi Kodam baru adalah Mayjen Lucky Avianto.
Abituren Akmil 2001 ini banyak menjabat posisi strategis. Dia juga mempunyai segudang prestasi bersama korps Baret Merah.
Iwan menambahkan, pelaku sempat menghilang pada tahun 2014 usai melakukan aksi teror di sejumlah lokasi
Komando Operasi Habema terlibat baku tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Mukoni.