Kumpulan Berita
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Kepala Dinas PUPR Cilacap, Wahyu Ari Pramono, pada Rabu (6/5/2026). Ia diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Aulia Rachman (AUL).
Kasus operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo mencuri perhatian warganet. Tak hanya soal kasus korupsinya, namun barang-barang bermerek milik Gatut seperti koleksi sepatu mewah juga menjadi sorotan.
Praktik tindak pidana korupsi berupa pemerasan di lingkungan pemerintah daerah kembali menjadi sorotan, setelah Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Adik Gatut disebut berada di lokasi kejadian saat OTT terjadi.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto mengatakan, barang bukti yang dibawa dari OTT tersebut adalah uang tunai senilai ratusan juta.
Selain Gatut Sunu Wibowo, 15 orang lainnya yang terjaring OTT KPK masih diperiksa di Mapolres Tulungagung untuk selanjutnya dibawa ke Jakarta.
Selain Bupati Tulungagung, Budi belum merincikan identitas dari para pihak yang diamankan tersebut. Termasuk, perkara yang sedang dilakukan penyelidikan tersebut.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit mobil dan uang tunai senilai sekitar Rp1 miliar, terkait kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.