Kumpulan Berita
Partai Demokrat menyampaikan dukungan penuh atas keputusan pemerintah Republik Indonesia yang berencana menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional.
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengaku bangga dan bersyukur atas pengusulan nama Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), sebagai pahlawan nasional. Menurutnya, Gus Dur merupakan sosok penting dalam sejarah demokrasi Indonesia.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat di seluruh Indonesia mengheningkan cipta secara serentak untuk mengenang jasa para pahlawan, tepat pada pukul 08.15 waktu setempat, Senin 10 November 2025.
Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan nama-nama tokoh penerima gelar Pahlawan Nasional, bertepatan dengan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025) mendatang.
Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) mendukung usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden ke-2 RI Soeharto.
Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai usulan gelar pahlawan nasional, untuk Presiden ke-2 RI Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur). Jokowi menilai kedua tokoh ini memiliki peran dan jasa terhadap negara.
Sejarawan Bonnie Triyana mengupas tuntas makna, sejarah, hingga kriteria gelar pahlawan nasional. Bonnie menjelaskan, pahlawan berasal dari bahasa Sanskerta yang terbagi dari penggabungan dua suku kata, yakni Pahala dan Wan.
Menteri Kebudayaan yang juga Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, Fadli Zon, menyampaikan jumlah tokoh yang diusulkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional tahun ini mencapai 49 orang.