Kumpulan Berita
Diketahui, Kiai Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031. Sementara, Kiai Miftachul Akhyar terpilih sebagai Rais Aam PBNU.
Dia menegaskan, mekanisme pemilihan melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) melibatkan sembilan ulama yang memiliki kewenangan untuk menentukan keputusan terkait kepemimpinan PBNU.
Pada saat itu ada gagasan cemerlang dari Dawam Rahardjo dan LP3ES untuk melakukan riset advokasi pengembangan pesantren. Gus Dur ada di dalamnya, ikut terlibat meskipun pada akhirnya berbeda pendapat dan berpisah. Sama-sama menjadi peneliti di LP3ES.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan strategi transformasi bangsa yang tengah dijalankan pemerintah berfokus pada upaya mengangkat sebanyak-banyaknya rakyat Indonesia keluar dari kemiskinan.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengucapkan selamat kepada KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin dan KH Miftachul Akhyar sebagai pimpinan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia meyakini, kedua sosok itu bisa merangkul semua kelompok dan mengakomodasi semua aspirasi nahdliyin.
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi dipercaya memimpin Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026??"2031.
Anggota Ahlul Halli Wal 'Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mengumumkan nama KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU terpilih periode 2026-2031.
Kepengurusan PBNU periode 2021-2026 resmi demisioner. Hal itu disampaikan Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar dalam sidang pleno V dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU, Minggu (30/8/2026).