Kumpulan Berita
Dalam kesempatan itu, Gus Fahim juga menilai kemunculan Gus Hery sebagai calon baru dalam kontestasi PBNU merupakan angin segar yang dibutuhkan organisasi.
Oleh karena itu, santri harus bisa menguasai teknologi digital termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Menurutnya, pengelolaan tambang harus dipandang sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Allah berupa kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.
Menurutnya, kebijakan-kebijakan tersebut secara objektif memang menyentuh kepentingan ekonomi yang sangat besar.
Selama forum, beberapa PCNU menanggapi dan menyampaikan catatan terhadap dinamika organisasi, terutama PBNU selama ini.
Tokoh sepuh Nahdlatul Ulama, Kiai Manarul Hidayat, memberikan restu dan dukungan moral kepada Gus Hery Haryanto Azumi untuk berkhidmat lebih luas dalam kepemimpinan PBNU.
Para peserta juga menyoroti berbagai dinamika yang belakangan muncul di lingkungan NU. Mulai dari konflik internal di tingkat pengurus pusat yang berujung pada saling pemecatan hingga polemik terkait pelibatan unsur Zionis Israel dalam sejumlah kegiatan resmi organisasi. Berbagai persoalan tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga marwah NU.
Gus Yahya menekankan, bahwa kekuatan basis masyarakat Nahdlatul Ulama hingga tingkat desa menjadi modal strategis dalam menggerakkan ekonomi.