Kumpulan Berita
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan akan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas.
Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Dimyati Muhammad alias Lora Dim mengatakan, padahal waktu pelaksanaan Muktamar NU tinggal menghitung hari.
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27-30 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jawa Timur, menjadi perhatian sejumlah tokoh dan aktivis NU. Mereka mendorong agar kepemimpinan PBNU periode mendatang diisi sosok yang berintegritas, independen, serta tidak terjebak kepentingan politik praktis.
Salah satu agenda muktamar yang menjadi sorotan adalah pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sejumlah tokoh besar NU akan maju.
Salah satu kuncinya kata dia adalah terletak pada kapasitas keilmuan dan pengalaman nyata berkhidmah yang dibutuhkan NU dari para kandidat Caketum PBNU.
Menurut Gus Salam, karakter dan perkembangan Nahdlatul Ulama di Sulawesi Tengah menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang.
Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, dinilai harus menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa organisasi menghadapi berbagai tantangan zaman.
Mantan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hanief Saha Ghafur, mendorong penguatan institusi Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) menjelang Muktamar ke-35 NU yang digelar bulan depan. Penguatan AHWA ditujukan agar penunjukan pimpinan PBNU bukan sekadar pemilihan belaka, tetapi melalui proses seleksi yang ketat.