Kumpulan Berita
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie mengaku tidak melakukan pemotongan, pengeditan, pengunggahan, maupun repost terhadap video ceramah mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) di masjid Universitas Gadjah Mada (UGM). Ceramah JK menuai polemik lantaran dianggap menistakan agama.
Pegiat media sosial, Ade Armando menyatakan bersedia bertemu dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla untuk meminta maaf atas pernyataannya yang menuai polemik.
Pegiat media sosial, Ade Armando, menyatakan tak akan meminta maaf kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, maupun umat Islam terkait pernyataannya yang menuai polemik. Sikap itu diambil apabila Aliansi Ormas Islam tetap tidak mencabut laporan polisi meski dirinya telah meminta maaf.
Profil dan pendidikan Grace Natalie yang dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait video JK. Aliansi Ormas Islam melaporkan Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Aliansi tersebut mengklaim terdiri dari 40 organisasi.
Sebanyak 40 organisasi masyarakat (ormas) Islam melaporkan Grace Natalie, Ade Armando, dan Permadi Arya alias Abu Janda ke Bareskrim Polri, Senin (4/5/2026). Ketiganya dilaporkan atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian melalui media elektronik, terkait konten yang dianggap mem-framing Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK).
Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Pdt. Jacklevyn Manuputty, bersama Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Victor Tinambunan bertemu mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) beberapa waktu lalu. Pertemuan itu tak luput dari berbagai reaksi.
Persatuan Pemuda Mahasiswa Timur Raya melaporkan Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda ke Polda Metro Jaya pada Senin (4/5/2026) atas kasus dugaan penghasutan dan penyebaran berita bohong.
Menurut Din Syamsuddin, apa yang dituduhkan kepada JK hanya sebatas kontroversi yang menimbulkan kegaduhan.