Kumpulan Berita

Perbankan.


Hot Issue
21 January 2026

Kredit Perbankan Tumbuh 9,69% Sepanjang 2025, Investasi Jadi Motor Utama

Pertumbuhan tersebut berada dalam kisaran prakiraan BI sebesar 8??"11% (year on year/yoy).

Hot Issue
15 January 2026

Bank Mandiri Siapkan Strategi Berlapis Hadapi 2026

Memasuki tahun 2026, optimisme pelaku industri perbankan mulai tumbuh seiring membaiknya kondisi likuiditas dan stabilitas pemerintahan baru. Meski demikian, kewaspadaan terhadap risiko global tetap menjadi prioritas utama.

Hot Issue
12 January 2026

Geopolitik Bayangi Ekspor, LPEI Ungkap Cara Mitigasi Risiko bagi Perbankan

Lanskap perdagangan internasional kini tengah menghadapi perubahan besar yang menuntut adaptasi cepat dari para pelaku usaha dan sektor perbankan.

Market Update
7 January 2026

RUPSLB, BTN Tambah Komisaris Baru

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang digelar pada Rabu (7/1) memutuskan menambah satu orang untuk mengisi jajaran komisaris perseroan. Pemegang saham menyetujui mengangkat Didyk Choiroel menjadi komisaris BTN.

Hot Issue
31 December 2025

Purbaya Tarik Rp75 Triliun dari Perbankan, untuk Apa?

Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pemerintah telah menarik dana Rp75 triliun dari bank.

Market Update
30 December 2025

Sektor Perbankan Paling Banyak Setor Dividen di 2025, Tembus Rp80,3 Triliun

Sektor perbankan resmi menjadi kontributor terbesar dalam pembagian keuntungan atau dividen kepada para investor Rp80,3 triliun.

Hot Issue
25 December 2025

Berikut Jadwal Lengkap Operasional Bank Selama Libur Nataru 2025-2026 

Berikut jadwal lengkap operasional bank selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026. Bank-bank di Indonesia sudah mengumumkan jadwal operasional selama libur Nataru 2025-2026 menyesuaikan hari libur dan cuti bersama Desember 2025.

Hot Issue
22 December 2025

BI: Kucuran Dana Rp200 Triliun Belum Cukup Kuat Dorong Penurunan Bunga Kredit

Bank Indonesia (BI) memberikan catatan soal efektivitas penempatan dana Pemerintah senilai Rp200 triliun di perbankan. Meski kebijakan ini sukses melonggarkan likuiditas dan menekan suku bunga dana, dampaknya terhadap penurunan suku bunga kredit dinilai masih belum optimal.