Kumpulan Berita
Lebih dari 15 ribu warga DKI Jakarta penerima bantuan sosial (bansos) tercatat bermain judi online (judol) sepanjang tahun 2024. Bahkan, jumlah transaksi yang tercatat mencapai Rp67 miliar.
PPATK memaparkan DKI Jakarta menyumbang 600 ribu lebih pemain judi online (judol) dengan deposit mencapai Rp3 triliun.
PPATK masih terus melakukan verifikasi terhadap data tersebut. Sebab menurutnya, masih banyak rekening yang sudah diblokir tapi kembali diaktivasi.
PPATK telah membekukan sebanyak 10 juta rekening penerima bantuan sosial (bansos).
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menemukan 25 ribu lebih rekening yang diduga terkait dengan judi online (judol).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya pengawasan terhadap rekening dormant.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera mengoordinasikan pemblokiran lebih dari 4 ribu rekening yang digunakan dua tersangka judi online.
PPATK) memberikan penjelasan soal rekening bank yang diblokir massal.