Kumpulan Berita
BTN mendapatkan tambahan dana KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp2 triliun
Ketua Umum Himpera Endang Kawidjaja menilai bahwa penghentian pembangunan untuk rumah subsidi diakibatkan karena tertunda nya kuota tambahan dari rumah subsidi. Karena tertunda, membuat para pengembang tidak memiliki modal untuk membangun lagi.
Para pengemban menyebut ini pertama kalinnya pembiayaan rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kehabisan kuota. Pasalnya, sejak diluncurkan pada tahun 2015 lalu, kuota FLPP selalu lebih.
Para pengembang mulai menghentikan pembangunan rumah subsidi. Hal ini menyusul belum jelasnya kapan anggaran tambahan atau kuota tambahan dari rumah subsidi itu akan di cairkan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat penyaluran KPR FLPP hingga 17 September 2019 mencapai Rp5,57 triliun.
Hingga 17 September 2019, penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai Rp5,57 triliun.
Tambahan dana subsidi sebesar Rp8,6 triliun yang akan cair minggu depan atau maksimal 2 minggu ke depan
Program Satu Juta Rumah masih menjadi prioritas dalam lima tahun ke depan