Kumpulan Berita
Pemerintah tambah dana subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan (FLPP) sebanyak Rp2 triliun
Tahun 2020 menjadi tahun yang penuh tantangan untuk mendorong pembiayaan properti
BTN mendapatkan tambahan dana KPR subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp2 triliun
Para pengemban menyebut ini pertama kalinnya pembiayaan rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kehabisan kuota. Pasalnya, sejak diluncurkan pada tahun 2015 lalu, kuota FLPP selalu lebih.
Para pengembang menyayangkan lambatnya respons pemerintah dalam menutupi kekurangan kuota rumah subsidi dengan skema Fasilitas Likuditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Para pengembang mulai menghentikan pembangunan rumah subsidi. Hal ini menyusul belum jelasnya kapan anggaran tambahan atau kuota tambahan dari rumah subsidi itu akan di cairkan.
Hingga 17 September 2019, penyaluran KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai Rp5,57 triliun.
Basuki Hadimuljono mengusulkan tambahan anggaran Rp1,5 hingga Rp2 triliun untuk KPR dengan skema FLPP.