Kumpulan Berita
Solikin M. Juhro memaparkan pandangan komprehensif mengenai pengelolaan nilai tukar rupiah dalam sesi tanya jawab uji kelayakan dan kepatutan
Depresiasi mata uang Garuda masih wajar secara persentase dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Mata uang rupiah kembali menunjukkan tren pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (15/1/2026).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (6/1/2026), turun 18 poin atau sekitar 0,11 persen ke level Rp16.758 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan pada Senin (29/12/2025) dengan tren negatif. Mata uang Garuda terpantau kehilangan kekuatannya di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) seiring dengan rilis data ekonomi Negeri Paman Sam yang menunjukkan hasil di atas ekspektasi pasar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (23/12/2025), turun 10 poin atau sekitar 0,06 persen ke level Rp16.787 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup turun 27 poin atau sekitar 0,16 persen ke level Rp16.750 per dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (19/12/2025).
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (18/12/2025), turun 29 poin atau sekitar 0,17 persen ke level Rp16.723 per dolar AS.