Kumpulan Berita
Pelemahan terjadi di tengah masa libur panjang domestik, dipicu eskalasi ketegangan di Timur Tengah serta prospek kebijakan moneter ketat di Amerika Serikat.
Nilai tukar Rupiah terus mengalami tekanan di tengah menguatnya indeks Dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data pasar Non-Deliverable Forward (NDF) posisi Rupiah tercatat melemah ke level Rp17.527 per dolar AS pada hari ini, Kamis (14/5/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan mendukung Bank Indonesia (BI) demi menjaga nilai tukar rupiah, yang belakangan terperosok di atas Rp17.000. Upaya yang dimaksud adalah menjaga stabilisasi nilai tukar di pasar surat utang negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan otoritas penuh atas pengendalian nilai tukar Rupiah berada di tangan Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 115 poin atau sekitar 0,66 persen ke level Rp17.529 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (12/5/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 98,49 poin atau 1,43 persen ke level 6.807,13 pada perdagangan sesi I.
Rupiah melemah ke level Rp17.513 per dolar AS, atau turun 99 poin setara 0,51%.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan hari ini Senin (11/5/2026), turun 32 poin atau sekitar 18 persen ke level Rp17.414 per dolar AS.